Klik Dapet Duit

Kamis, 21 Januari 2010

Kuil Dewi Kucing Mesir Kuno Ditemukan

Kamis, 21 Januari 2010
Kuil Dewi Kucing Mesir Kuno Ditemukan
TIM arkeolog melakukan penggalian dan berhasil menemukan kuil berusia 2.000 tahun yang mungkin dibangun guna mengadakan penyembahan terhadap dewi kucing Mesir kuno bernama Bastet.

Puing-puing kuil dari era Ptolemaic itu ditemukan arkeolog Mesir di jantung kota pelabuhan Mediterania Alexandria yang didirikan oleh Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Pada era itu, kota tersebut diduduki Dinasti Ptolemaic berbahasa Yunani yang memerintah Mesir selama 300 tahun dan berakhir saat Ratu Cleopatra melakukan aksi bunuh diri.

Kuil itu kemungkinan dimiliki Ratu Berenice, istri Ptolemy III yang memerintah Mesir pada abad ketiga sebelum Masehi. Mohammed Abdel-Maqsood, arkeolog Mesir yang memimpin proses penggalian, mengatakan penemuan ini merupakan jejak pertama dalam pencarian lokasi pemerintahan kerajaan Alexandria.

Beberapa patung Dewi Bastet yang ditemukan menunjukkan mungkin ini adalah kuil pertama dari era Ptolemaic yang ditujukan untuk menyembah dewi tersebut. Beberapa patung dewa lain dari zaman Mesir kuno juga ditemukan di antara puing-puing itu.

Zahi Hawass, ketua arkeolog, menjelaskan kuil itu mungkin di kemudian hari digunakan sebagai tambang. Ini dibuktikan dengan banyaknya batu yang hilang. Alexandria yang ada kini dibangun tepat di atas reruntuhan kota dari era klasik itu.

Namun, beberapa kuil besar, istana, dan perpustakaan dari era itu belum ditemukan hingga kini. Kuil itu ditemukan di wilayah Kom el-Dekkah di dekat stasiun utama kota Alexandria.

2010, Lima Proyek Migas Beroperasi

21 January 2010 M


Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Sekuriti dan Perwakilan BP Migas, Amir Hamzah mengatakan bahwa Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) bakal meresmikan lima proyek migas baru dengan investasi mencapai US$ 921,7 juta. Proyek migas ini merupakan proyek utama untuk mendukung pencapaian target produksi migas nasional. "Peresmiannya masih menunggu penetapan waktu dari Kementerian ESDM," jelasnya.

Proyek tersebut diantaranya memproduksi gas sebesar 745 Juta Standar Metrik Kaki Kubik per Hari (MMSCFD), memproduksi minyak sebesar 25.000 barel per hari dan LPG sebesar 6.000 barel per hari. Sementara itu, target produksi minyak tahun ini sebesar 965.000 BOPD dan target produksi gas sekitar 7758 MMSCFD.

Proyek pertama, Proyek Tunu Phase 12 yang lokasinya ada di Delta Mahakam Kalimantan Timur. Proyek ini milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesia. Rencananya kedua proyek tersebut bisa memproduksi gas sebesar 630 MMSCFD dengan investasi mencapai US$ 663 juta.

Proyek kedua, Proyek Seturian Surface Facilities di Kalimantan Timur dengan kapsitas produksi mencapai 35 MMSCFD. Proyek ini dikelola oleh Chevron Indonesia Company dengan nilai investasi mencapai US$ 22,2 juta.

Proyek ketiga, proyek di lapangan Oyong Phase 2 yang dikelola oleh Santos di Selat Madura dan Pasuruan, Jawa Timur. Untuk proyek ini, Santos menggelontorkan dana sebesar US$ 58 juta untuk memproduksi hingga 80 MMSCFD.

Proyek keempat, Proyek Oil Treating Facilities dan LNG Facilities yang dikelola Hess di Gresik, Jawa Timur. Dengan rencana anggaran senilai US$ 165,7 juta, proyek ini akan memproduksi minyak sebanyak 25.000 barel per hari dan memproduksi LPG sebanyak 6.000 barel per hari.

Proyek kelima, proyek milik Conoco Philips di Lapangan North Belut, Laut Natuna Selatan. Saat ini produksi gas di North Belut sudah berada di kisaran 265 MMSCFD dan produksi minyak sebesar 20.0000 barel per hari. Namun, proyek ini sudah beroperasi sejak Januari 2010 ini.

Penderita HIV/AIDS Tahun 2010

21 Januari 2010
Penderita HIV/AIDS Tahun 2010 Capai 130.000 Orang

Bandarlampung (ANTARA News) - Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu sampai 130 ribu orang. Menurut "National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS", dr Ronald Jonathan MSc, pada seminar dua hari "Global Diseases 2nd Continuing Professional Development" di Bandarlampung, Sabtu dan Minggu, angka itu diperoleh berdasarkan perkiraan pengaduan penderita terinfeksi HIV/AIDS ke sejumlah rumah sakit, yang berjumlah tidak lebih dari sepersepuluh korban terinfeksi keseluruhan.

"Perkiraan saya, jumlah kasus terinfeksi HIV/AIDS hingga 2010 akan mencapai antara 93 ribu hingga 130 ribu kasus, dan prinsip fenomena gunung es yang berlaku mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tampak hanyalah 5-10 persen dari jumlah keseluruhan," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia sejak 1980-an hingga September 2009 yang terdata oleh Departemen Kesehatan mencapai 18.442 penderita, dengan perbandingan jumlah penderita laki-laki dan perempuan sebesar tiga berbanding satu.

"Sudah ada pergeseran pola penyebaran, kini penyeberan terbesar terjadi lewat hubungan seks, bukan lagi penggunaan jarum suntik," ujarnya.

Dia menerangkan, hampir 50 persen dari penyebaran virus HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual,dan melalui jarum suntik (pada pengguna narkoba) mencapai 40,7 persen berdasarkan riset terhadap jumlah total penderita.

Sementara itu, penyebaran virus HIV/AIDS pada gay, waria dan transgender hanya mencapai 3-4 persen dari jumlah total penderita.

Rentan usia tertinggi penderita HIV/AIDS hingga saat ini masih tetap berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun.

Khusus untuk Provinsi Lampung, jumlah penderita HIV/AIDS di provinsi itu mencapai 188 penderita, dengan 42 orang penderita yang meninggal.

"Untuk jumlah penderita HIV/AIDS, Lampung berada pada posisi 17 dari 33 provinsi, artinya jumlah penderita di provinsi itu masih cukup banyak," kata dia.

Dia mengingatkan, penyadaran dan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan, agar jumlah mereka dapat diminimalkan.

"Minimal kita dapat memberikan konseling dan bimbingan terhadap mereka tentang pentingnya kesadaran untuk mau berobat secara teratur, dan menyebarkan hal itu kepada penderita lainnya," kata dia.

Khusus untuk konseling, dia mengingatkan kepada pendamping agar membicarakan langsung hal-hal tersebut dengan penderita, bukan dengan keluarganya.

"Saya ingatkan ada pola konseling yang salah, yaitu mengajak bicara keluarga penderita, karena nanti urusannya akan lebih repot, lebih baik anda langsung berbicara dengan penderita," katanya.

Sumber = MF. Nurhuda Yusro